Saco-Indonesia.com - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama hari ini mengumumkan tujuh pejabat Rusia terkena sanksi atas krisis politik di Krimea. Mereka adalah Vladislav Surkov, Sergey Glazyev, Leonid Slutsky, Andrei Klishas, Valentina Matviyenko, Dmitry Rogozin, dan Yelena Mizulina.

Amerika juga mengincar aset dari orang-orang non-pejabat Rusia menyokong kemerdekaan Krimea, seperti dilansir kantor berita Associated Press, Senin (17/3). Sanksi oleh Amerika ini keluar tak lama setelah Uni Eropa menetapkan sanksi bagi 21 pejabat Rusia dan Ukraina. Mereka dilarang bepergian ke luar negeri dan set mereka disita.

Perkembangan terbaru ini lahir setelah hasil referendum menyebutkan 96,77 persen penduduk Krimea setuju menjadi negara merdeka.

Krisis politik di Krimea ini berlangsung sejak November tahun lalu. Penduduk di wilayah semenanjung Laut Hitam ini terbelah. Ada yang ingin bergabung dengan Rusia, termasuk presiden tersingkir Victor Yanukovych, sebagian lagi mau masuk ke Uni Eropa.

Ketegangan ini diwarnai demonstrasi berdarah di Ibu Kota Kiev, Ukraina, hingga akhirnya pasukan Rusia masuk ke Krimea.

Sumber:merdeka.com

Editor : Maulana Lee

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Artikel lainnya »